SukaBIO dot Wordpress dot Com

Blognya Para Pecinta Bio

Takut H1N1, Kaum Neapolitan Berhenti Cium Benda Suci

Posted by dek Ubaid pada 12 September 2009

Virus H1N1 telah menyebar di seluruh dunia. Bahkan, ritual seperti mencium benda suci pun mulai dipertanyakan. Sebab, orang tak mau tertular virus mematikan tersebut. Di Kota Napoli (Naples), Italia, misalnya. Wabah flu babi menghentikan masyarakat Neapolitan dari kegiatan melakukan ritual penghormatan dengan mencium darah pelindung mereka, Santo Gennaro. Ini terlihat saat festival tahunan kota dimulai pada akhir bulan ini. Demikian diwartakan Reuters, belum lama ini.

Kendati demikian, keputusan melarang mencium botol kaca yang berisi darah Santo Gennaro sebenarnya enggan diambil oleh otoritas gereja dan kota setempat. Apalagi, hal ini telah menuai protes dari kalangan politisi lokal. Marco Di Lello, koordinator nasional Partai Sosial mengatakan, larangan tersebut justru membuat flu babi semakin mewabah, bahkan berisiko tak terhentikan. Karena itu, ia meminta kepada Uskup Agung agar larangan itu dicabut.

Akhirnya diputuskan, botol tersebut akan diletakkan dan dipamerkan di gereja katedral kota selama seminggu mulai 19 September mendatang. Dan, hanya orang-orang suci serta berimanlah yang diizinkan menyentuhnya dengan dahi mereka. Ini mengingat, Minggu lalu, seorang pria berusia 51 tahun menjadi orang pertama yang terkena virus H1N1 dan meninggal di sebuah rumah sakit di Napoli.

Berdasarkan legenda setempat, ketika Gennaro dipenggal oleh orang Romawi penyembah berhala pada tahun 305 Masehi, seorang wanita Neapolitan menyerap darah Gennaro dengan busa dan diawetkan dalam sebuah botol kaca. Biasanya, zat berubah menjadi cair setiap tanggal 19 September, hari perayaan Saint Gennaro, serta pada Sabtu pertama di bulan Mei.

Keajaiban itu tercatat pertama kalinya pada 1389, lebih dari seribu tahun setelah kesyahidan Gennaro. Dalam salah satu festival terbaik Italia, darah kering Saint Gennaro itu dikatakan mencair dua kali dalam setahun, 17 abad setelah kematiannya. Adapun secara ilmiah disebutkan, fenomena ini muncul karena bahan kimia yang hadir dalam botol yang kekentalannya berubah ketika darah itu bergerak.

Sumber : http://www.liputan6.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: